IDI Akan Panggil Dokter yang Tangani Bayi Debora

Selasa, 12 September 2017 9:23


(ist)

108jakarta.com - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) akan meminta keterangan dari dokter di RS Mitra Keluarga Kalideres yang saat itu menangani bayi Debora. Bila ditemukan adanya pelanggaran, dokter bersangkutan akan mendapatkan sanksi dari IDI. 


Ketua Umum PB IDI Ilham Oetama Marsis mengatakan, dalam regulasi baik Perundang-undangan maupun Peraturan Menteri sudah memberikan peluang bahwa orang kurang mampu mempunyai hak yang sama mendapatkan perawatan. "Pada prinsipnya, yang perlu diperbaiki itu adalah tata kelola RS. Karena kalau tidak, akan terjadi dorong-mendorong kesalahan," kata Ilham.


Ilham mengungkapkan, dalam kondisi pasien kritis, RS harusnya bisa memberikan pelayanan terbaik untuk menangani pasien. Kejadian terhadap bayi Debora seharusnya tidak terjadi, baik di RS yang sudah bekerja sama dengan BPJS atau belum.


"Mau itu bekerja sama dengan BPJS atau tidak, sudah kewajiban dokter dan RS memberikan perawatan. Bukan hanya penanganan saja tetapi juga memberikan fasilitas kesehatan yang dimiliki RS. Masalah uang muka, administrasi nomor dua," tutur IIham


Ilham menuturkan, IDI belum menentukan sikap terkait kasus kematian bayi Debora. Hal ini dikarenakan IDI belum melakukan peninjauan langsung. 


Dalam waktu dekat, lanjut Ilham, IDI akan memanggil dokter yang menangani bayi Debora untuk dimintai keterangan."Pemberian sanksi akan kami berikan jika terbukti melanggar kode etik dokter," ujarnya.


(ayb/int)


Berita Terkait
Tragis, Sedan Mewah Aston Martin Tabrak Separator Busway di Harmoni
Cuaca Ibukota Hari Ini Diprediksi Cerah Berawan 
Inilah Jadwal Penerapan e-Toll di Ruas Jakarta-Cikampek
Jakarta Diprediksi Cerah Sepanjang Hari Ini
Jakarta Panas Membara, Begini Penjelasan BMKG

Please login for commentKomentar
Jakapoleng
semoga dalam menanganinya berjalan dengan baik pak dokter
emma
sepertinya kode etik kedokteran tidak berlaku bagi mereka, tetapi paling tidak ada rasa kemanusiaan juga,,kalau semua itu ada, rasanya kejadian seperti ini tidak akan terus terjadi
Marsim
kejadian seperti ini sudah sering terjadi,dan pihak rumah sakit tidak.mau di salahkan padahal nyawa lebih penting,tapi kadang pihak rumah sakit mepersulit pasien yg kurang mampu,ini harus ada solusi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.
bengbeng
Formalitas semata biar IDI terlihat tidak tinggal diam tapi gw yakin tuh dokter pasti aman engga bakalan kena sanksi apa2 paling juga di berikan teguran doang lain kali mainya lebih rapi biar engga rame
sumaryani
harus di selidiki dokter tersebut agar tahu apa yang sebenarnya terjadi apa melanggar kode etik atau tidak
alya
sangat di sayangkan sekali atas meninggalnya bayi tersebut, kasus dalam rumah sakit harus terus di selidiki
novel
Makin meluas ini kasus tapi gw tetap pesimis aja ini kasus bakal seperti angin lalu...karna semua cari aman bakal kaga ada yg jd tersangka
KaroKalemCuy
Betul, Nyawa tidak bisa dibeli dengan uang. Walaupun pasien tersebut miskin tapi sudah kewajiban rumah sakit untuk memeriksa dan melayani pasien tersebut dengan jiwa kemanusiaan.
Kokomkomariah
kayaknya IDI lebih kelihatan membela kepentingan profesinya dibanding bermanfaat buat masyarakat. Dengan banyaknya warga masyarakat yang berobat ke luar negeri, harusnya IDI malu dan instropeksi mengapa masyarakat tidak percaya kepada dokter dalam negeri?