Polisi Gelar Prarekonstuksi Penembakan Dokter Letty

Senin, 13 November 2017 11:26


(ist)

108Jakarta.com - Penyidik Subdit Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya melaksanakan prarekonstruksi kasus penembakan Dokter Letty Sultri (46), Senin (13/11/2017).


Prarekonstruksi yang dilaksanakan pukul 10.00 WIB, Dokter Helmi yang telah ditetapkan tersangka bakal diminta memperagakan adegan-adegan dalam kasus penembakan tersebut.


"Nanti akan kami lakukan prarekonstruksi ya. Untuk penyidik sudah mempersiapkan semua kegiatan berkaitan dengan kasus itu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya.


Menurut Argo, prarekonstruksi ini dilakukan untuk mengetahui secara utuh kronologis ketika dokter Helmi menembak mati istrinya.


"Dengan adanya prarekonstruksi kita bisa mengetahui seluruh rangkaian tindak pidananya seperti apa, kemudian peran-perannya seperti apa," katanya.


Sebelumnya, Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan menyampaikan awal prarekonstuksi akan dilakukan saat Dokter Helmi mulai berangkat dan menuju tempat kerja korban di Azzahra Medical Center, Jalan Dewi Sartika, RT 4, RW 4, Cawang, Kramatjati, Jakarta Timur.


Hendy menambahkan, Dokter Helmi juga akan diminta memperagakan ketika tersangka menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya usai melakukan penembakan terhadap istrinya pada Kamis (9/11/2017).


"Dari mulai dia pergi dari Bekasi, terus TKP di Cawang kliniknya. Terus ke Polda Metro," kata dia.


Penembakan tersebut diduga dipicu masalah keluarga. Helmi diduga menolak permintaan cerai yang diajukan Letty.


Terkait kasus tersebut, polisi telah menetapkan Dokter Helmi sebagai tersangka. Polisi juga telah menyita dua pucuk senjata api jenis FN dan Revolver dari tangan tersangka.


Dia dikenakan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Polisi juga menjerat tersangka dengan Undang-Undang Nomor 12 Darurat Tahun 1951 terkait penyalahgunaan senjata api.


(CSR.id)

Berita Terkait
Gubernur Anies Pastikan Monas Terbuka untuk Semua Agama
Titik-Titik Kemacetan Jakarta dan Sekitarnya Pagi Ini
Hari ini DKI Jakarta Diperkirakan Berawan
Pengemudi CR-V yang Tabrak Puluhan Kendaraan di Sudirman Alami Penyakit Bipolar
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Siang IniĀ 

Please login for commentKomentar
hendra
memang pak polisi harus begitu supaya pelaku biar sadar atas penembakan istrinya, dalam gelar prarekontuksi,
KaroKalemCuy
Percuma kalau bergelar dokter tapi tingkah laku kejam sampai tega teganya membunuh istrinya sendiri.
runi
gimana ya perasaan keluarganya korban dan pelaku sendiri apakah menyesali perbuatannya setelah melakukan pra rekonstruksi ini??
ice
heran saya, dan itu suami nya kaya ga ada rasa bersalahnya muka nya, nyebelin bgt ngeliatnya
emma
tidak perlu adanya rekonstruksi ulang, sudah dapat dipastikan kalau pembunuhan tersebut memang sudah direncanakan,,
ticia
untuk apa dilakukan lagi hal seperti ini, langsung saja bawa ke pengadilan untuk di putuskan hukuman nya
Ibnu
memang harus digelar prarekonstuksi biar bisa diberi hukuman yang setimpal dengan perbuatannya
Renny
diberikan hukumana yang berat aja, jangan dibiarkan bebas -r-
kakektogel
BONUS 100% DEPOSIT BONUS DEPOSIT 20% TOGEL hanya di http://www.Kakektogel.com
bengbeng
denger2 polisi juga lagi nyari saksi lain yaitu tukang ojek yang mengantar dokter helmi ke tempat terjadinya perkara kasihan tuh tukang ojek jadi kebawa bawa dalam kasus ini
12