Pemprov DKI Jakarta Resmi Luncurkan Program Ok Otrip

jumat, 15 Desember 2017 10:35


(ist)

108jakarta.com - Pemprov DKI Jakarta menggelar soft launching program One Karcis One Trip (OK Otrip) di Pendopo, Balai Kota DKI. Program transportasi murah ini merupakan program yang mengintegrasikan seluruh moda transportasi publik massal.


Soft launching ini dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Turut hadir pula Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik dan Triwisaksana (Sani), Sekda DKI Saefullah, Kadishub DKI Andri Yansah, dan Dirut Transjakarta Budi Kaliwono.


Dengan OK Otrip, pelanggan transportasi umum massal hanya cukup membayar maksimal Rp 5.000 dengan durasi 3 jam. Pembayaran secara nontunai tersebut untuk satu tujuan perjalanan, sekalipun dengan berganti-ganti moda dari angkutan kota (angkot), bus sedang, hingga TransJakarta.


"Hari ini kita resmi me-launching program OK Otrip, semoga bisa membantu warga Jakarta dan kebutuhan warga Jakarta akan transportasi umum yang mudah dan bisa tertangani dengan adanya OK Otrip ini," kata Anies saat soft launching di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2017).


Setelah soft launching ini, rencananya akan dilakukan masa percobaan selama tiga bulan pertama dari pertengahan Januari hingga pertengahan April 2018. Selama masa percobaan ini, akan ada harga promo untuk yang semula Rp 5.000, dikenai tarif Rp 3.500 pada tiga bulan pertama.


Uji coba ini pun akan dilakukan di empat wilayah kota administrasi Jakarta, yakni Jelambar di Jakarta Barat, kawasan Duren Sawit di Jakarta Timur, kawasan Warakas di Jakarta Utara, dan Lebak Bulus di Jakarta Selatan. Area ini dipilih lantaran merupakan kawasan padat penduduk yang belum terjangkau oleh layanan angkutan umum.


"Nanti untuk integrasi secara keseluruhan satu DKI mudah-mudahan bisa terjadi di 2020. Untuk saat ini memang masih di beberapa daerah," kata dia.


Anies memastikan pemberlakuan OK Otrip ini akan mengurangi kemacetan akibat banyaknya angkutan umum yang ngetem di pinggir jalan. Sebab, dalam program ini, bukan sistem banyak penumpang yang dikedepankan, melainkan layanan kilometer.


"Jadi kalau biasanya angkot ngetem, setelah ada OK Otrip, mereka tidak ngetem, mereka akan dihitung per kilometer, ma