Gubernur Anies Ancam Pemilik Mobil Mewah yang Penunggak Pajak

Sabtu, 13 Januari 2018 9:00


(ist)

108jakarta.com - Ratusan kendaraan roda empat di Jakarta bernilai di atas Rp1 miliar masih menunggak pajak. Untuk membuat jera pemilik mobil, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan mempermalukannya dengan menayangkan nomor polisi kendaraan mewah itu di situs resmi Pemprov DKI Jakarta.


"Masyarakat akan melihat nomor polisi tersebut di jalan, anda akan tahu kendaraan itu lalu lalang di Kota Jakarta dan tidak menunaikan pajaknya," ujar Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, di Balai Kota, Jumat kemarin.


Untuk itu, Anies mengimbau kepada seluruh pemilik mobil untuk segera melunasi kewajibannya. Sebab seluruh kendaraan yang belum membayar pajak pasti diketahui nomor polisinya. "Macam-macam (waktu) tunggakannya. Ada yang belum bayar  tiga tahun, ada yang sudah sejak awal bayar sekali habis itu enggak pernah bayar. Lima tahun juga ada, karena usia mobilnya juga bervariasi," kata Anies.


Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Kerja itu percaya pemilik kendaraan dengan angka Rp6 miliar tidak mungkin tak sanggup membayar pajak yang menjadi kewajibannya. "Kalau lihat daftarnya dan tidak bayar pajak, tidak ada penjelasannya, malu kita, malu dengan nilai kendaraan semahal itu. Karena itu, daftar ini kita umumkan semuanya, Anda bisa lihat di sini nomor polisinya ada, merek mobilnya ada, nilainya mobilnya ada, dan kewajiban pajaknya ada," ungkapnya. 


Ke depan, apabila pemilik kendaraan mewah belum juga punya kesadaran untuk membayar pajaknya, Anies akan memberlakukan kebijakan sanksi sosial lebih besar, yakni  mendatangi langsung kediamannya dan menagih secara langsung.  "Bayangkan kalau didatangin rumahnya, difoto, ditunjukkan ini belum bayar, wah repot ini nanti. Kita akan datangi semua," pungkasnya.


Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung mendukung penuh kebijakan Pemprov DKI mengumumkan nomor polisi kendaraan yang belum bayar pajak. Bahkan, kalau perlu dimasukan ke runing text televisi dan media sosial. 


Pemilik mobil mewah Lamborgini itu pun mengaku sudah tidak lagi memiliki mobil mewah. Dia meminta kepada teman-teman legislatif dan pengusaha yang masih memiliki mobil mewah dan belum membayar pajak, segera untuk melunasi. "Lambhorgini saya sudah dijual, enggak guna juga, kebanyakan nongkrongnya," ungkapnya.


Sementara itu, pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menilai banyaknya kendaraan mewah yang tidak membayar pajak lantaran belum sinerginya data kendaraan di polisi dan BPRD. Bahkan dia melihat masih banyak yang belum terdaftar. 


Menurut Nirwono, apabila data kendaraan polisi dan BPRD sinergi, pengguna kendaraan mobil mewah sangat mudah ditindak dan diminta untuk menyelesaikan kewajibannya. 


"Polisi saya dengar belum keluarkan seluruh data mobil mewah yang belum bayar pajak. Meskipun diumumkan dalam website atau media sosial, pengguna kendaraan mewah minim sadar membayar pajak. Bisa saja kan itu dia beli sama pemilik pertama," pungkasnya.


(ayb/int)


Berita Terkait
Pelajar SMP Tewas Tertabrak Bus TransJakarta
Ini Syarat untuk Mendapatkan Rumah DP 0 Rupiah di DKI Jakarta
Pemprov DKI Siapkan Jalur Khusus Motor di Jalan Thamrin-Sudirman
Pemprov DKI Akan Bangun TOD di Terminal Kampung Rambutan
BMKG: Waspadai Hujan dan Angin Kencang Mulai Siang Hari

Please login for commentKomentar
sumaryani
sebaiknya yang memiliki kendaraan mewah harus mengurus pajaknya
MITRA
Klarisifikasi dan akurasi datang yang matang, Siapa tau pemilik adalah tangan kedua yang tidak balik nama. Nanti sudah ancam yang terdaftar ternyata salah orang
MITRA
Klarisifikasi dan akurasi data yang matang, Siapa tau pemilik adalah tangan kedua yang tidak balik nama. Nanti sudah ancam yang terdaftar ternyata salah orang
Samuel
jangan cuma ancam saja tapi harus ada tindakan real dari pemda
ice
ga usah pake ancam2 deh, paling males dengernya