Museum Bahari Penjaringan Kembali Dibuka untuk Umum

Selasa, 23 Januari 2018 8:58


(ist)

108jakarta.com - Pasca dilanda kebakaran beberapa hari ini, Museum Bahari yang berada di Jalan Pasar Ikan, RT 11/RW.4, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, akan dibuka kembali untuk umum mulai hari ini.


“Ya, besok mau dibuka untuk ruangan yang aman bagi pengunjung,” ujar Kepala UPT Museum Bahari, Husnison Nizar, Senin (22/1/2018).


Ia menyebutkan, untuk ruangan yang aman dikunjungi setelah kebakaran yakni Gedung A dan B.


“Yang terbakar enggak mungkin dibuka. Ruangan yang dibuka terutama Gedung A. Untuk Gedung B kan ruang rapat, enggak ada koleksi, jadi aman,” sebut Nizar.


Adapun untuk gedung yang tidak bisa dikunjungi yaitu Gedung C, sebab memiliki risiko bagi pengunjung. “Yang terbakar kan Gedung C. Ada juga yang tidak terbakar, tapi atasnya berisiko buat pengunjung,” pungkasnya.


Menurut dia, kebakaran Museum Bahari pada  Selasa (16/1/2018) lalu menghanguskan 150 lebih koleksi bersejarah dan beberapa ruangan yang terdapat di sana.


“Yang terbakar sekitar 150-an koleksi, di antaranya ada tiga perahu asli, puluhan miniatur perahu atau replika perahu, terus alat-alat navigasi laut, dua ruangan biorama, rata-rata itu,” tutup Nizar.


(ayb/int)


Berita Terkait
Aturan Ganjil Genap Diterapkan di Pintu Tol Bekasi Barat dan Timur
Prediksi Cuaca: Sebagian Kawasan di Jakarta akan Diguyur Hujan Ringan
Kecelakaan Maut di Bogor, Sopir Truk Molen Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka
RS: Waskita Tanggung Biaya Pengobatan Korban Becakayu
Polisi Tembak Mati Satu Tersangka Begal Sadis di Jakarta Barat

Please login for commentKomentar
sumaryani
syukurlah jika sudah mulai di buka untuk umum jadi bisa jalan jalan ke sana
Anjar
bagus klo sudah bisa dibuka lagi, jadi wisatawan asing juga sudah bisa berkunjung untuk melihat sejarah sejarah indonesia
pakaihatidong
Bagus dong. Berarti untuk peninggalan jaman belanda masih bisa di lihat semenjak insiden kebakaran waktu lalu.
Mas
apa tidak lebih baik di perbaiki sepenuhnya dulu baru dibuka kembali pak. Karena tetap saja, pengunjung pasti akan lebih tertarik melihat sisa kebakaran dibanding gedung yang tidak terbakar