Kecelakaan Maut di Bogor, Sopir Truk Molen Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka

Selasa, 20 Februari 2018 16:25


(ist)

108Jakarta.com - Pascakecelakaan menyebabkan dua orang tewas Sabtu(17/2) kemarin, Polresta Bogor Kota menetapkan Syam Sumar (44) pengemudi truk mixer pengangkut beton cair (truk molen) sebagai tersangka.


Diketahui Syam pengemudi truk molen B 9845 TIN mengantuk saat melintas di jembatan RPH, Jalan KH Abdullah bin Nuh dan menimpa angkot F 1962 YV dan menewaskan dua penumpang angkot.


“Memang ada unsur kelalaian menyebabkan kecelakaan. Sopir mengantuk saat mengemudikan truk melintas di TKP,” papar Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, Komisaris Brmastyo Priadji, Selasa (20/2).


Syam yang merupakan warga Sela Gedang, Nangrak, Kabupaten Cianjur, itu mengaku tak sempat lagi menghindari angkot F 1962 YV jurusan Kampus Dalam di hadapannya, setelah ia terpejam sesaat.


Hasil olah TKP menunjukkan memang truk yang membentur angkot sehingga menyebabkan laka dan korban meninggal dunia. Bram menjelaskan, polisi menerapkan Pasal 310 ayat 3 dan 4 Undang-Undang Lalu­lintas dan Angkutan Jalan dalam kasus ini. Atas kela­laiannya, tersangka terancam hu­kuman lima tahun penjara.


Sebelumnya, truk mixer pengangkut beton cor atau truk molen mengalami kecelakaan dan menimpa mobil angkot di Jalan Raya Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, Sabtu (17/2).


Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, Kompol Bramastyo Priadji mengatakan kecelakaan bermula saat truk molen bernomor polisi B 9845 TIN melaju dari arah Simpang Yasmin menuju Bubulak sekira pukul 10:00.


Saat melintasi jembatan, truk tersebut berusaha mendahului kendaraan angkot bernomor polisi F 1962 YV yang berada di depannya. Nahas, diduga truk molen itu malah menyenggol lalu kehilangan keseimbangan hingga terbalik.


"Diduga sopir truk kurang menjaga jarak aman, dan kemudian menabrak bagian samping angkot, kendaraan angkot berputar dan tergencet truk molen yang terguling," papar Bram.


Akibatnya, dua penumpang angkot atas nama Karna (50) dan Aca (63) tewas di lokasi kejadian dan dilarikan ke RSUD Ciawi. Sementara, empat orang lainnya mengalami luka-luka dibawa ke RS Hermina, Bogor.


(CSR.id)

Berita Terkait
Yuk, Intip Lebaran Di Negara Lain

Please login for commentKomentar
mustafa
ini akibatnya kalo memaksakan berkendara padahal ngantuk. nyawa orang menjadi korban
suiyong
sopir truk molen harus bertanggung jawab atas kecelakaan ini.
novel
kalo udah bgini yang kasihan para pengemudinya yah...padahal bisa aja ada kesalahan ama mesin truknya
Jaebum
wajar jadi tersangka karena memang kelalaian dari supir nya yang tidak konsentrasi membawa keendaraanya
bengbeng
Gw lihat vidio detik2 paska kecelakaan terjadi ngeri banget mobil minibusnya nyampe ringsek untung aja penumpang nya udah keluar duluan
ticia
duh klo mobil besar harus nya ada jam2 tertentu dech
pakaihatidong
Ketidak displinan yang selalu menjadi penyebab kecelakaan di jalan yg harus di perhatikan saat mengemudi.dengan lecelakaan ini mengakibatkan korban jiwa.
StelKendo
Harus secepatnya di evakuasi, supaya lalu lintas kembali normal dan tidak menimbulkan kemacetan yang panjang.
Haries
Sopirnya sering lalai yang akhirnya merugikan banyak orang, wajar di tetapkan jadi tersangka
Dzulfikar
ini mungkin karna si sopir bawa mobil sendiri tanpa di temanin oleh temennya jadi ngantuk, seharusnya sopir juga menepi untuk istirahat kalau ngantuk
12