Tradisi Makan Bandeng di Betawi Menjelang Imlek

Rabu, 14 Februari 2018 11:14


(ist)

108jakarta.com - Beberapa pembeli tampak memilih-milih ikan bandeng berukuran jumbo yang banyak dijajakan menjelang Imlek di sepanjang Jalan K. H. Syahdan, Kemanggisan, Palmerah Jakarta Barat. Salah satunya adalah Desi Iriani, yang sengaja datang ke Rawabelong untuk mencari ikan bandeng berukuran raksasa itu.


Ikan bandeng raksasa ini rata-rata memiliki berat 1 sampai 3 kilogram. Harganya pun lebih mahal dibandingkan bandeng biasa. Harga bandeng jumbo di lapak dadakan menjelang perayaan Imlek ini mencapai Rp 75.000 - 90.000 per kilogram.


Ikan ini di datangkan khusus dari Muara Angke,Cilincing, Surabaya, dan Indramayu. "Saya lebih suka beli di sini karena ikannya besar-besar," kata Desi Iriani, Senin 12 Februari 2018. 


Desi membeli lima ekor ikan bandeng seberat tujuh kilogram dengan harga Rp 400.000. "Masak besar-besaran dan akan dibagi-bagikan untuk keluarga di hari besar besok, walaupun kita bukan etnis Tionghoa tetapi kami yang asli Betawi pun juga ikut merayakannya," ujar Desi.


Rencananya ikan tersebut akan dimasak dan disajikan saat Imlek tiba. Desi juga mengatakan menu favorit keluarganya adalah bandeng pindang.Tetapi kali ini Desi juga akan mengolah ikan ini dengan berbagai tiga masakan yaitu pindang, dimasak salem, dan dimasak asin.


Kebiasaan memasak dan memakan ikan bandeng sebenarnya berasal dari budaya Betawi. Namun kebiasaan warga Betawi makan bandeng tidak berkaitan langsung dengan perayaan Imlek. Warga senang karena banyak ikan bandeng yang dijual tiap menjelang hari perayaan Imlek, terutama pedagang ikan bandeng yang bisa meraup jutaan rupiah untuk berjualan tersebut.


Lain cerita dari Siti yang merupakan pedagang ikan bandeng, yang sudah belasan tahun berdagang ikan. Ia mengaku pada menjelang imlek, bisa mendapatkan omzet sekitar 5 juta rupiah per hari, dengan menyediakan sekitar ikan bandeng 1 kwintal dalam sehari.


Ikan Bandeng yang hanya dijual dalam setahun sekali ini membutuhkan perawatan yang khusus untuk menghasilkan ikan yang besar dan segar, dengan cara memberi makanan yang sesuai dengan aturan dan diberikan perawatan secara khusus. Hal ini lah yang membuat ikan bandeng raksasa ini mahal.


“Kan, jualan ikan bandeng raksasa setahun sekali, dan itupun jualannya hanya pas menuju perayaan Imlek, jadi jualan disini hanya 4 hari saja. Ya, kalau dihitung-hitung omzetnya sekitar 5 jutaan. Semakin berat ikan, semakin mahal. Untuk dapat berat 1 kilo ikan dibutuhkan selama setahun perawatan, begitu juga dengan 2 -3 kilo, itu mencapai 2- 3 tahun juga perawatannya ” kata Siti. 


(ayb/int)


Berita Terkait
Aturan Ganjil Genap Diterapkan di Pintu Tol Bekasi Barat dan Timur
Prediksi Cuaca: Sebagian Kawasan di Jakarta akan Diguyur Hujan Ringan
Kecelakaan Maut di Bogor, Sopir Truk Molen Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka
RS: Waskita Tanggung Biaya Pengobatan Korban Becakayu
Polisi Tembak Mati Satu Tersangka Begal Sadis di Jakarta Barat

Please login for commentKomentar
Haries
Tradisi yang sudah dari dulu dilakukan, dan bandengnya juga gedhe gedhe nich
pakaihatidong
Tradisi yg mungkin sudah di jalani sejak lama. Dimana untuk merayakannya bersamaan imlek orang tionghoa
CaffeLatte
ya mau dikata apalagi, namanya juga udah tradisikan. jadi harus terus di budidayakan
sumaryani
itu mah sudah jadi tradisi turun menurun kalau imlekan pasti warga betawi masak ikan bandeng yang besar
youcanseeme
Memang sich tradisi imlek harus pke ikan bandeng
ice
saya ga ngikutin tradisi ini sih, soalnya ga doyan juga sama bandeng sih
Anjar
kalo digoreng enak juga nih bandeng, ikan yang enak nih. coba yang belum pernah makan bandeng segera dicoba.
Dzulfikar
pernah nih nyobain, enak banget wkwk, masakannya beda di hari biasa sama di hari imlek
Iyan
wahhh harus dicoba nihh sensainya pasti bakalan beda dengan makan ikan bandeng di hari-hari biasa.